Assalamualaikum Wr.Wb.Hallo guys bertemu lagi dengan saya,hahaha....
#sok artis
Kali ini saya akan share sejarah televisi.Ini saya dapat sebagian dari wikipedia dan sebagian yg saya tau.Pasti kalian tidak asing
kan dengan alat electronika satu ini??
Tapi apakah kalian tau apa televisi itu?
Jangan Cuma nikmatin aja acara acarannya,tapi kalian harus keluarkan rasa penasaran kalian, sapa tau aja kita bisa buat televisi..kan lumayan tuh, jadi kita tidak sekedar menikmatin acarannya tapi kita bisa membuatnnya...
Jangan Cuma nikmatin aja acara acarannya,tapi kalian harus keluarkan rasa penasaran kalian, sapa tau aja kita bisa buat televisi..kan lumayan tuh, jadi kita tidak sekedar menikmatin acarannya tapi kita bisa membuatnnya...
Ok guys langsung aja....
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai
penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata
"televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin,
sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang
menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata "Televisi"
sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak
televisi", "acara
televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan
televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini
mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal
sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an,
dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis,
maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta
menjadi media periklanan. Sejak 1970-an,
kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram
Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk
melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran
televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan
Hulu.
Sekelompok keluarga berkebangsaan Amerika sedang menonton TV, 1958
Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenis
televisi yang paling sering digunakan adalah televisi penyiaran, yang
dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang
dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio
berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang
televisi.
Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF
dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara
54-890 megahertz.
Kini gelombang TV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun
bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun 2000, siaran TV
dipancarkan dalam bentuk gelombang analog,
tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke
teknologi penyiaran digital.
Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di
antaranya sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat
tampilan visual yang tidak memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut
sebagai monitor,
bukannya televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai
penggunaan teknologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupundefinisi tinggi (HDTV). Sistem
televisi kini juga digunakan untuk pengamatan suatu peristiwa, pengontrolan
proses industri, dan pengarahan senjata, terutama untuk tempat-tempat yang
biasanya terlalu berbahaya untuk diobservasi secara langsung.
Televisi
amatir (ham TV atau ATV) digunakan
untuk kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh operator radio amatir.
Stasiun TV amatir telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum kemunculan
stasiun TV komersial
Sejarah awal
Pada masa
awal perkembangannya, televisi menggunakan gabungan teknologi optik,
mekanik, dan elektronik untuk
merekam, menampilkan, dan menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada
akhir 1920-an, sistem pertelevisian yang hanya
menggunakan teknologi optik dan elektronik saja telah dikembangkan, dimana
semua sistem televisi modern menerapkan teknologi ini. Walaupun sistem mekanik
akhirnya tidak lagi digunakan, pengetahuan yang didapat dari pengembangan
sistem elektromekanis sangatlah penting dalam pengembangan sistem televisi
elektronik penuh.
Gambar
pertama yang berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana,
(seperti pantelegraf) yang
dikembangkan pada akhir abad ke-19. Konsep pengiriman gambar bergerak yang
menggunakan daya elektrik pertama kali diuraikan pada 1878 sebagai
"teleponoskop" (konsep gabungan telepon dan gambar bergerak), tidak
lama setelah penemuantelepon. Pada saat itu,
para penulis fiksi ilmiah telah
membayangkan bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui medium
kabel, seperti halnya suara.
Ide untuk
menggunakan sistem pemindaian gambar untuk mengirim gambar pertama kali
dipraktikkan pada 1881 menggunakan pantelegraf, yaitu menggunakan mekanisme
pemindaian pendulum. Semenjak itu, berbagai teknik pemindaian gambar telah
digunakan di hampir setiap teknologi pengiriman gambar, termasuk televisi.
Inilah konsep yang bernama "perasteran", yaitu proses merubah
gambar visual menjadi arus gelombang elektrik.
1880-an: Cakram Nipkow
Rancangan
selanjutnya adalah menggunakan pemindai mirror-drum berputar
sebagai perekam gambar dan tabung sinar katode (CRT)
sebagai perangkat tampilan. Pada 1907, seorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing, menjadi penemu pertama yang
menggunakan CRT dalam perangkat penerima dari sistem televisi eksperimental.
Dia menggunakan pemindai "mirror-drum" untuk mengirim gambar
geometrik sederhana ke CRT. Namun, untuk merekam gambar bergerak masih
tidak dapat dilakukan, karena kepekaan detektor selenium yang rendah.
1920-an: Penemuan John Logie Baird
Penemu
asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan
cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925, diikuti gambar
bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai
Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan
wajah manusia) dari lensa dengan
spiral ganda. Demonstrasi oleh Baird ini telah disetujui secara umum oleh
dunia sebagai demonstrasi televisi pertama, sekalipun televisi mekanik tidak
lagi digunakan. Pada tahun 1927, Baird juga menemukan sistem rekaman video pertama di dunia, yaitu
"Phonovision", yaitu dengan memodulasi sinyal output kamera TV-nya ke
dalam kisaran jangkauan audio, dia dapat merekam sinyal tersebut pada cakram
audio 10 inci (25 cm) dengan menggunakan teknologi rekaman audio
biasa. Hanya sedikit rekaman "Phonovision" Baird yang masih
ada dan rekaman-rekaman yang masih bertahan tersebut kemudian diterjemahkan dan
diproses menjadi gambar yang dapat dilihat pada 1990-an menggunakan teknologi
pemrosesan-sinyal digital.
Pada 1926,
seorang insinyur Hungaria, Kálmán Tihanyi,
merancang sistem televisi dengan perangkat pemindaian dan tampilan yang
sepenuhnya elektronik, dan menggunakan prinsip "penyimpanan isi" di
dalam tabung pemindai (atau "kamera").
Pada 1927,
seorang penemu Rusia, Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi
dengan mirror-drum yang menggunakan sistem "video
terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris.
Pada tahun
yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs berhasil mengirimkan gambar
bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang
menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan juga melalui
gelombang radio dari Whippany, New
Jersey. Ives menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci
(60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan
Amerika saat itu, Herbert Hoover.
Pada tahun
yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil
membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua
perangkat tampilan dan pickup, dimana temuannya ini pertama
kali ia demonstrasikan di depan media pers pada 1 September 1928.
Pada tahun
1936, untuk pertama kalinya olimpiade Berlin disiarkan
ke stasiun televisi di Berlin dan Leipzig di mana masyarakat umum dapat
menyaksikan setiap perlombaan langsung.
Pada masa
awal televisi, kotak televisi elektromekanik mulai secara komersial dijual dari
tahun 1928 hingga 1934 di Inggris, Amerika Serikat, dan Rusia. Televisi
komersial pertama dijual oleh Baird di Britania Raya pada tahun 1928 dalam
bentuk penerima radio ditambah dengan komponen-komponen seperti tabung neon di
belakang cakram Nipkow yang
menghasilkan gambar kemerahan berukuran sebesar perangko pos yang dapat
diperbesarkan lagi menggunakan lensa pembesar. "Televisor" ciptaan
Baird ini juga dapat digunakan tanpa radio. Televisor yang dijual pada tahun
1930–1933 merupakan pemasaran televisi masal yang pertama. Kira-kira 1.000 unit
Televisor berhasil dijual.
Kotak
televisi elektronik komersial pertama dengan tabung sinar katode diproduksi
oleh Telefunken di Jerman pada 1934, diikuti oleh produsen
elektronik yang lain di Perancis (1936), Britania Raya (1936), dan Amerika Serikat (1938).
Pada tahun
1936, Kálmán Tihanyi menerangkan
prinsip televisi plasma,
yaitu sistem panel datar yang pertama.
Pada tahun
1938 di Amerika, televisi berukuran 3 inci (7.6 cm) dijual seharga
125 USD (setara dengan 1.863 USD pada
tahun 2007.) Model termurah televisi berukuran 12 inci (30 cm) adalah
seharga $445 (setara dengan $6.633 per 2007).
Kira-kira
sebanyak 19.000 unit televisi elektronik telah diproduksi di Britania, 1.600
unit di Jerman, dan 8.000 unit di Amerika, sebelum akhirnya War Production
Board terpaksa menghentikan produksi TV pada April 1942 karena
pecahnya Perang Dunia II.
Penggunaan
TV di Amerika Serikat meningkat kembali pasca Perang Dunia II setelah produksi
TV diizinkan kembali pada Agustus 1945.
Pasca perang, jumlah pemilik TV di Amerika meningkat sekitar 0,5% pada tahun
1946, lalu naik 55,7% pada tahun 1954, dan naik sampai 90% pada tahun
1962. Di Britania, jumlah pemilik TV meningkat dari 15.000 pada tahun
1947, lalu 1,4 juta pada tahun 1952, hingga 15,1 juta pada tahun 1968.
Komponen kotak televisi
Perangkat output gambar televisi saat ini menggunakan berbagai teknologi
penampil seperti CRT, LCD, Plasma, DLP,
maupun OLED. Sedangkan untuk terminal input
tambahan bagi piranti keras lain, unit televisi juga dilengkapi dangan terminal
input untuk DVD player, konsol permainan
video dan alat pendengar personal. Terminal input lain yang
juga kerap dijumpai termasuk RCA, mini-DIN, HDMI, SCART,
dan D-terminal. Ada juga yang dilengkapi input
untuk perekaman suara dan gambar dari acara TV. Sebagian unit TV mewah
dilengkapi dengan portEthernet untuk
menerima data dari Internet, seperti nilai saham, cuaca, ataupun berita.
Seluruh unit TV yang diproduksi sejak awal 1980-an
juga dilengkapi dengan remote control inframerah untuk
mengontrol saluran siaran, suara, kecerahan, kontras, warna, dll.
Jadi setelah kita mengetahui
sejarah dari televisi ini,apakah anda berniat buat membuat
televisi yg super canggih??
Oke terima kasih telah membaca
artikel saya di atas mudahan bermanfaat, ow ia satu lagi apabila tv anda
rusak,silakan visit blog ini http://sayablibliong.blogspot.com
Dijamin bakal tambah meledak...hahaha
0 comments:
Posting Komentar